Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillah washolatu wasalamu ngala rosulillah
Saya pibadi belum pernah mengkritik di surat terbuka, tetapi saya memberanikan diri mencoba. mengungkap Kesalahan-kesalahan Mario Teguh (yang mungkin dianggap kecil) atau mungkin pula malah dianggap sebagai kejeniusan, suatu hal yang luarbiasa super, dan sebagainya dipuji dielu-elukan oleh penggemarnya. Sebagai bahan muhasabah untuk kita instrospeksi diri, ingat dalam hal ini tidak mencela orang perorang karena saya yakin beliau pak mario teguh lebih baik dan berpengalaman dari saya. Tulisan ini ditujukan untuk nasihat kepada saudara seagama.
1. Hari ini hari ahad pak mario,
Karena pak mario teguh bilang hari minggu, walaupun bukan substansial tetapi hendaknya muslim selalu meninggikan syiar dan menjauhi tasyabuh atau menyerupai kaum kafir. Alangkah baiknya jika penyebutan hari ke satu, atau ahad ini mengingatkan kita ketika bilal r.a. di coba dengan siksaan di padang terik, ia tetap bersiteguh pada keimanannya denga berteriak Ahad Ahad Ahad..
dan memang kita diperintahkan untuk mengatakan :
qul huwallohu ahad
katakanlah bahwa dia allah yang satu
sebutan hari ahad mempunyai falsafah yang tinggi dan agung.
dan secara etimologi, nama-nama hari dari senin, selasa rabu, kamis, jumat, sabtu,
berasal dari kata isnain, tsalatsah, arba'a, komshah, jum'at (berkumpul), sab'ah.. dari bahasa arab
tetapi kenapa ahad diganti domingo (dominggu) minggu.. ?? tidakkah ini aneh?
2. Sebutan Tuhan untuk Allah
Domingo berarti tuhan (yang dimaksudkan ialah yesus). Kata "tuhan" juga selalu mario teguh pakai untuk pengganti asma allah subhanahu wata'ala dengan maksud (mungkin) supaya bisa lebih akrab di telinga semua orang dari berbagai keyakinan. Supaya mereka (audien) bisa menafsirkan bebas sesuai keinginan dan keyakinan mereka, yang beragama nasrani boleh menganggap tuhan yang mario sebut sebagai ‘yesus’ mereka, orang budha lebih leluasa menerjemahkan kata 'tuhan maha bijaksana' yang disebut sebagai sesembahan mereka, demikian juga kaum hindu yang membaca kata 'tuhan yang maha penyayang' sebagai batara dharma mungkin...
tetapi hendaknya kita jangan terfokus mencari ridho dari manusia, tetapi utamakanlah ridho allah robbul ‘alamin
Ini penting, karena ‘tuhan’ kita berbeda dengan tuhan orang-orang kafir, baca:
0 komentar:
Poskan Komentar