membaca dengan melepas kacamata

bismillahirrohmanirrohim, membaca memakai kaca mata gelap, maka yang dibaca terlihat gelap. Memahami sesuatu juga sangat dipengaruhi "kaca mata" yang kita pakai.
"kaca mata" itu saya terjemahkan sebagai nafsu.
Karena itu orang NII membaca surat an nas menafsirkannya sebagai dasar tauhid mulkiyah (tauhid dengan tema kerajaan /negara).
Karena nafsu terbesar mereka ialah mendirikan kerajaan yang berdaulat dan berhukum islam.
Karena kaca mata itu pula maka orang yang sudah terlanjur Islam phobia membaca tulisan saya ini ya melabeli saya sebagai penggemar beratnya mbah Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo

#padahal di tafsir ibnu katsir dikatakan, tiap-tiap bani adam itu diciptakan setan yang menemani mereka yang selalu membisikan was was, yang selalu berusaha membingungkan manusia dengan cara membuat nampak cantik perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan.
Karena itu allah ta’ala memerintahkan kita untuk senantiasa berlindung kepadanya

READ MORE - membaca dengan melepas kacamata

Islam Nasional

Alkisah ada seseorang sebutlah namanya Rikun, Si Rikun ini terkenal sebagai pembual dengan gaya intelek. Suatu ketika ia ketanggor batunya. ia sedang cuap-cuap tentang dirinya sebagai penganut paham "islam nasional" dengan asumsi islam yang serba permisif, istilah yang lebih mudah dipahami mungkin islam yang serba oke, sholat oke, judi oke, dangdut oke, oke, pokoknya everything is oke, lu asik gue sante pokoke.
Tiba-tiba Pak Kuwat  sebut saja begitu menegurnya dengan keras, meminta ia menjelaskan istilah paham "islam nasional" tersebut. Rikun terdiam, Pak kuwat melanjutkan, islam itu agama sudah jelas aturan mainnya. Tidak ada perlunya mengkombinasikan islam dengan paham lain. apalagi dengan tujuan supaya sebagian aturan-aturan islam boleh ditinggalkan. Si Rikun semakin terdiam..

Dan ditutup dengan wejangan pak Kuat, Jangan kan seorang Rikun, sedangkan bung Karno saja gagal menggabungkan paham Nasional, Agama, dan Komunis.

READ MORE - Islam Nasional

Kultum Pendek tentang Pemurtadan

Bismillahirrohmanirrohim, let make thing clear first
1. Saya sudah pernah mengingatkan pada halaman Mario teguh (mungkin dibaca, mungkin tidak), kurang lebih isinya: bahwa allah mempunyai asma ul husna, dan alangkah baiknya berdoa menggunakan nama-nama baik tersebut. itu lebih dekat pada sunnah, menurut saya. Dari pada berdoa pada tuhan, tuhan, tuhan.. jadi tasyabuh (mirip / menyerupai) kaum beragama lain. jika nasihat saya tidak didengar, lalu saya lalu membahasnya, apakah menjadi ghibah? Ya maaf deh. saya juga tidak suka ghibah ^^V

2. Tasyabuh, dan bahayanya.
Pengalaman di daerah saya, ada seseorang sebutlah namanya Mul, ia seorang muslim yang hidup dalam kemiskinan, sudah lama ia berdoa, tetapi tak kunjung terkabul kehidupan yang sejahtera. lalu datanglah seseorang dari agama kristen. ia berkata pada Mul, "pak Mul, coba terima saran saya, jika dulu berdoa pada tuhan yang dimaksud allah, sekarang tetap berdoa pada tuhan tetapi ibarat surat, alamatnya saja yang diganti, yakni pada tuhan yesus" Si pak Mul tergoda untuk mengikuti, toh sama-sama menyebut ya Tuhan ini.
Qodarullah, si Mul ini tiba-tiba menjadi sejahtera,lalu ia pindah agama.
Bagi saya pribadi itu tidak masalah, ini negara menjunjung Hak asasi manusia, orang mau beragama apa juga terserah.
Tetapi orang beriman itu mempunyai kewajiban saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran.
Dan perkara tasyabuh (menyerupai) kaum beragama lain ini telah diwanti-wanti oleh rasulullah saw bahayanya.

Berdasarkan Hadits riwayat Ibnu Umar.  “Artinya : Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian darinya”

Mungkin pertama-tama tidak akan terasa bahaya dari tasyabuh ini, tetapi dengan menyerupai pribadi-pribadi kafir akan membuat hati merasa aman dan kemudian berakhir pada menganggap tiada bedanya agama a dan agama b seperti kasus Mul di atas, lalu apa yang membedakan islam dengan musyrikin?
Apa dengan menulis seperti ini saya berarti tidak menghargai agama lain?
Ya terserah yang menilai aja dech, saya toh tidak berharap digemari semua kalangan.

Wallahulmuwafiq

READ MORE - Kultum Pendek tentang Pemurtadan

99 asma ul husna milik allah swt

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu dengan persaksianku bahwa sungguh Engkau Allah yang tiada sembahan yang benar kecuali Engkau, Yang Maha Esa lagi Maha Sempurna dan bergantung kepada-Nya segala sesuatu, yang tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, serta tiada seorangpun yang setara dengan-Nya”

1. ar-Rohman Maha Pengasih

2. ar-Rohim Maha Penyayang

3. al-Malik Maha Merajai

4. al-Quddus Maha Suci

5. as-Salam Maha Penyelamat

6. al-Mukmin Maha Mengamankan

7. al-Muhaimin Maha Pembela

8. al-Aziz Maha Mulia

9. al-Jabbar Maha Pemaksa

10. al-Mutakabbir Maha Besar

11. al-Khaliq Maha Pencipta

12. al-Mushawwir Maha Pembentuk

13. al-Ghaffar Maha Pengampun

14. al-Qahir Maha Keras

15. al-Wahhab Maha Pemberi

16. ar-Razzaq Maha Penganugerah

17. al-Fattah Maha Pembuka

18. al-Alim Maha Mengetahui

19. al-Qabidh Maha Memegang

20. al-Basith Maha Menghamparkan

21. al-Khafidh Maha Memudahkan

22. ar-Rafi’ Maha Mengangkat

23. al-Mu’iz Maha Memuliakan

24. al-Muzil Maha Merendahkan

25. as-Sami’ Maha Mendengar

26. al-Bashir Maha Melihat

27. al-Hakam Maha Bijaksana

28. al-Adlu Maha Adil

29. al-Latif Maha Halus

30. al-Khabir Maha Selidik

31. al-Halim Maha Penyantun

32. al-Azhim Maha Agung

33. al-Ghafur Maha Pengampun

34. as-Syakur Maha Mensyukuri

35. al-Aliyya Maha Tinggi

36. al-Kabir Maha Besar

37. al-Hafizh Maha Melindungi

38. al-Muqith Maha Menentukan

39. al-Hasib Maha Memperhitungkan

40. al-Jalil Maha Utama

41. al-Karim Maha Mulia

42. al-Raqib Maha Pengawas

43. al-Mujib Maha Memperkenankan

44. al-Wasi’ Maha Luas

45. al-Hakim Maha Bijaksana

46. al-Wadud Maha Cinta

47. al-Majid Maha Jaya

48. al-Ba’its Maha Pembangkit

49. as-Syahid Maha Menyaksikan

50. al-Haq Maha Hak

51. al-Wakil Maha Mengatasi

52. al-Qawiyyu Maha Kuat

53. al-Matin Maha Teguh

54. al-Waliyyu Maha Setia

55. al-Hamid Maha Terpuji

56. al-Muhshi Maha Menghitung

57. al-Mubdi’u Maha Memulai

58. al-Mu’id Maha Mengembalikan

59. al-Muhyi Maha Menghidupkan

60. al-Mumit Maha Mematikan

61. al-Hayyu Maha Hidup

62. al-Qayyim Maha Tegak

63. al-Wajid Maha Mengadakan

64. al-Maajid Maha Mulia

65. al-Wahid Maha Esa

66. al-Ahad Maha Esa

67. as-Shamad Maha Pergantungan

68. al-Qadir Maha Kuasa

69. al-Muqtadir Maha Pemberi Kuasa

70. al-Muqaddim Maha Mendahulukan

71. al-Muakhir Maha Mengakhirkan

72. al-Awwal Maha Permulaan

73. al-Akhir Maha Kemudian

74. az-Zhahir Maha Zhahir

75. al-Bathin Maha Bathin

76. al-Wali Maha Melindungi

77. al-Muta’alli Maha Meninggikan

78. al-Barr Maha Penyantun

79. at-Tawwabu Maha Penerima Tobat

80. al-Muna’am Maha Pemberi ni’mat

81. al-Muntiqam Maha Pembela

82. al-Afuwwu Maha Pemaaf

83. ar-Ra’uf Maha Belas Kasih

84. Malikul-Muluk Maha Raja di raja

85. Zul Jalali Wal Ikram Maha Luhur dan Mulia

86. al-Muqsith Maha Menimbang

87. al-Jami’ Maha Mengumpulkan

88. al-Ghani Maha Kaya

89. al-Mughni Maha Mengkayakan

90. al-Mani Maha Menghalangi

91. ad-Dharr Maha Memudharatkan

92. an-Nafi’ Maha Pemaaf

93. an-Nur Maha Cahaya

94. al-Hadi Maha Menunjuki

95. al-Badi Maha Pencipta yg baru

96. al-Baqi Maha Kekal

97. al-Warits Maha Pewaris

98. ar-Rasyid Maha Cendikiawan

99. as-Shabur Maha Penyabar

READ MORE - 99 asma ul husna milik allah swt

BOLEHKAH WANITA MEMANDANG LAKI-LAKI?

 

bismillahirrohmaanirrohim

Sesungguhnya semua kejadian asalnya dari pandangan baik langsung ataupun tidak langsung, dan dari sinilah kebanyakan orang masuk neraka karena dosa kecil. Seseorang yang berlainan jenis dalam pergaulan, pertama kali yang dilakukan adalah memandang atau memperlihatkan sesuatu sehingga menarik untuk diperhatikan, apalagi dengan mempertontonkan auratnya kepada orang lain, padahal Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Dua mata itu bisa berzina, dan zinanya ialah melihat” (HR Bukhari).

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan begitu juga perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain, dan tidak boleh seorang laki-laki bercampur dengan laki-laki lain dalam satu pakaian, dan begitu juga perempuan dengan perempuan lain bercampur dalam satu pakaian” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi). “Hai Alil, janganlah sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan yang lainnya, kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun yang berikutnya tidak boleh” (HR Abu Daud dan Tirmizi).

Melihat aurat orang lain itu hukumnya haram, baik dengan syahwat maupun tidak, kecuali jika hal itu terjadi tanpa sengaja. Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata bahwasanya saya bertanya kepada Rosulullah tentang memandang (aurat orang lain) secara tiba-tiba (tidak disengaja). Lalu Rosulullah bersabda, “Palingkanlah pandanganmu” (HR Muslim). Kemudian, bagian mana saja yang disebut aurat laki-laki ? Dr. Syekh Yusuf al-Qaradhawi (ulama asal Mesir) mengatakan bahwa kemaluan adalah aurat mughalladzah (berat/besar) yang telah disepakati akan keharaman membukanya di hadapan orang lain dan haram pula melihatnya, kecuali dalam kondisi darurat seperti berobat dan sebagainya. Bahkan jika aurat ini ditutup dengan pakaian tetapi tipis atau menampakkan bentuknya maka terlarang menurut syara. Mayoritas fukaha berpendapat, paha laki-laki termasuk aurat dan aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut. Dalam hal ini terdapat rukhsah (keringanan) bagi para olahragawan dan sebagainya yang biasa mengenakan celana pendek, begitu juga bagi para pandu (pramuka) dan pecinta alam.

Selanjutnya Dr. Syekh Yusuf al-Qaradhawi mengatakan bahwa aurat laki-laki itu haram dilihat, baik oleh perempuan maupun sesama laki-laki. Hal ini merupakan masalah yang sangat jelas, sedangkan bagian tubuh yang tidak termasuk aurat laki-laki seperti wajah, rambut, lengan, bahu, betis dan sebagainya menurut pendapat yang shahih boleh dilihat selama tidak disertai syahwat atau dikhawatirkan terjadinya fitnah.

Bagaimana seorang wanita memandang laki-laki ? Dalam hal ini terdapat dua riwayat, yaitu boleh melihat laki-laki asal tidak pada auratnya dan tidak boleh melihat melainkan hanya bagian tubuh laki-laki yang boleh dilihatnya. Pendapat yang dipilih oleh Abu Bakar dan merupakan salah satu pendapat di antara dua pendapat Imam Syafi’i yang didasarkan pada riwayat Ummu Salmah berkata bahwasanya aku pernah duduk di sebelah Rosulullah, tiba-tiba Ibnu Ummi Maktum meminta izin masuk. Kemudian Rosulullah bersabda, “Berhijablah kamu dari padanya”. Aku pun berkata, “Wahai Rosulullah, dia itu tunanetra”. Kemudian Rosulullah menjawab dengan nada bertanya, “Apakah kamu berdua (Ummu Salamah dan Maimunah) juga buta dan tidak melihatnya ?” (HR Abu Daud dan lain-lain).

Jadi bagaimana jika seorang wanita memandang laki-laki ? Dr. Syekh Yusuf al-Qaradhawi mengatakan bahwa memandang itu hukumnya boleh dengan syarat tidak dibarengi dengan upaya menikmati dan bersyahwat. Jika ada unsur menikmati dan bersyahwat, hukumnya haram. Karena itulah, Allah memerintahkan kaum muslimah menundukan sebagian pandangannya sebagaimana Dia memerintahkan laki-laki menundukkan sebagian pandangannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan, hendaknya mereka itu menundukkan sebagian pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan jangan menampakkan perhiasannya kecuali apa yang biasa nampak daripadanya, dan hendaknya mereka itu memanjangkan kerudung sampai ke dadanya, dan jangan menampakkan perhiasannya kecuali kepada suaminya atau kepada ayahnya atau kepada mertuanya atau kepada anak laki-lakinya atau kepada anak-anak suaminya, atau kepada saudaranya atau anak-anak saudara laki-lakinya (keponakan) atau anak-anak saudara perempuannya atau kepada hamba sahayanya atau orang-orang yang mengikut (bujang) yang tidak mempunyai keinginan, yaitu seorang laki-laki atau anak yang tidak suka memperhatikan aurat perempuan dan jangan memukul-mukulkan kakinya supaya diketahui apa-apa yang mereka rahasiakan dari perhiasannya” (An-Nur ayat 30-31).

Memang benar bahwa wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki lebih banyak daripada laki-laki membangkitkan syahwat wanita, dan memang benar bahwa wanita lebih banyak menarik laki-laki serta wanitalah yang biasanya dicari laki-laki. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa di antara laki-laki ada yang menarik pandangan dan hati wanita karena kegagahan, ketampanan, keperkasaan dan kelakiannya, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan dengan sabdanya, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersunyi-sunyi dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan” (HR Ahmad).
Apabila seorang wanita melihat laki-laki kemjudian timbul hasrat kewanitaannya, maka hendaknya menundukkan pandangan. Dr. Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam buku “Fatwa-Fatwa Kontemporer” mengemukakan bahwa janganlah ia terus memandangnya demi mencegah timbulnya fitnah, dan bahaya itu akan bertambah besar lagi bila si laki-laki juga memandangnya dengan rasa cinta dan syahwat.

Semoga penjelasan ini bermanfaat....amiin. (MM 08122011)

READ MORE - BOLEHKAH WANITA MEMANDANG LAKI-LAKI?

Jimat untuk usaha agar laris dan lancar | MEMBELI KEKAYAAN DENGAN KEBAHAGIAAN ABADI

Apakah anda bersedia membayar mahar Rp. 1 Juta rupiah untuk jimat agar usaha laris?

Kelihatan mahal nilai uang satu juta rupiah tersebut, padahal bukan itu substansi dari arti Mahal untuk mahar sebuah jimat.

Kebahagiaan-kebahagiaan kecil dikorbankan demi meraih cita-cita itu biasa, apalah artinya kebahagiaan kecil dan semu dengan bermain game ps misalnya dibanding belajar untuk masa depan.. atau kegiatan lain yang bermanfaat yang mungkin mempunyai potensi menguntungkan dalam bisnis yang ditebus dengan meninggalkan kebahagiaan kecil bermain bilyar dengan teman..

Tetapi hal-hal yang terhitung kecit tersebut tidak seberapa, jika dibanding menukar kebahagiaan hakiki yang abadi di akhirat dengan kekayaan di dunia. Seperti yang ditempuh orang-orang bodoh yang melakukan praktek nyupang, atau perjanjian dengan jin, untuk menukar pengabdiannya, untuk bersedia mengorbankan masa depan di akhirat dengan sekedar kebahagiaan semu di dunia. Walaupun itu hanya terjadi di kisah-kisah klasik pada jaman dahulu, dan dengan adanya kemajuan peradaban sekarang sudah tidak lagi berlaku, akan tetapi banyak praktek-praktek paranormal yang menjanjikan pengasihan penglarisan, dan jimat untuk usaha agar laris dan lancar. padahal Hal tersebut dilarang agama.

sabda Nabi  صلی الله عليه وسلم,   

 

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

"Sesungguhnya ruqyah, tamimah dan tiwalah adalah syirik." [1] (HR. Ahmad dan Abu Daud).

 

 

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak menzhalimi satu kebaikan pun dari seorang mukmin, diberi dengannya di dunia dan dibalas dengannya di akhirat. Adapun orang kafir diberi makan dengan kebaikan yang dilakukannya karena Allah di dunia sehingga jika tiba akhirat, kebaikannya tersebut tidak akan dibalas
HR Muslim

Hadis riwayat Ibnu Abbas رضي الله عنه: ia berkata:Dari Nabi صلی الله عليه وسلم, beliau bersabda: Beberapa umat ditunjukkan kepadaku. Aku melihat seorang nabi bersama sekelompok kecil (tidak lebih dari sepuluh orang), ada lagi nabi yang disertai seorang atau dua orang dan ada pula nabi yang tidak disertai seorang pun. Tiba-tiba ditunjukkan padaku kelompok besar. Aku menyangka mereka adalah umatku. Tetapi lalu dijelaskan: Ini adalah Musa عليه السلام dan kaumnya. Lihatlah ke ufuk! Aku memandang ke sana, ternyata ada kelompok besar. Dijelaskan lagi kepadaku: Pandanglah ke ufuk yang lain. Ternyata ada juga kelompok besar. Dijelaskan padaku: Ini adalah umatmu. Di antara mereka ada tujuh puluh ribu masuk surga tanpa hisab dan siksa. Kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلم bangkit dan masuk ke rumahnya. Para sahabat membicarakan siapa yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Sebagian berkata: Barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu menyertai Rasulullah صلی الله عليه وسلم Sebagian berkata: Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan Allah. Mereka saling mengemukakan pendapat masing-masing. Ketika Rasulullah صلی الله عليه وسلم keluar lagi, beliau bertanya: Apa yang kalian bicarakan? Mereka memberitahu, lalu Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Mereka adalah orang-orang yang tidak menggunakan jimat/mantera tidak minta dibuatkan jimat, tidak meramalkan hal-hal buruk dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. Ukasyah bin Mihshan berdiri dan berkata: Berdoalah kepada Allah semoga Dia berkenan menjadikanku termasuk di antara mereka. Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Engkau termasuk di antara mereka. Kemudian yang lain berdiri dan berkata: Berdoalah kepada Allah, semoga Dia berkenan menjadikanku bagian dari mereka. Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Engkau telah didahului Ukasyah

HR Muslim

READ MORE - Jimat untuk usaha agar laris dan lancar | MEMBELI KEKAYAAN DENGAN KEBAHAGIAAN ABADI

Memperingati Hari AIDS sedunia .. Mengingat Negeri Sodom cikal bakal Homosexual

bismillahirrohmanirrohim,

Hari AIDS sedunia ..

Karena Allah Telah Berfirman [yang_artinya]:

Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusiadan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas"

Asy Syu'araa (26)165-166

Maka saya menasihati teman sekalian dan diri saya sendiri untuk tidak mengikuti fatwa-fatwa sesat dari orang-orang yang mengaku Islam, seperti Islam, seperti halnya Tokoh Publik 'ustadzah' Musdah Mulia dari JIL yang mengatakan:

Allah tidak menilai seorang hamba dari orientasi sexualnya, tetapi dari amalnya.

Ingatlah ketika allah menurunkan azab pada kaum Luth

Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu

Asy Syu'araa (26)173

jika kita tidak merasa cukup dengan bukti di alqur’an maka munculnya virus HIV ini seharusnya sudah cukup sebagai bukti bahwa allah subhanahu wata’ala telah menentukan segala sesuatu dengan hikmahnya.

janganlah kiranya kita menjadi orang-orang yang zhalim.

Tentu saja tidak semua penderita AIDS adalah kaum homoseksual, tetapi menurut para ahli 95% diantaranya ialah homoseksual, dan pelaku sex bebas.

wallahu a’lam

READ MORE - Memperingati Hari AIDS sedunia .. Mengingat Negeri Sodom cikal bakal Homosexual

 

Labels

Blog Archive

My Blog List

Traffic Visitor